Suara hati rakyat kecil

Posts tagged ‘JIHAD’

TEROR

Cibubur, 23/04/2011.

Teror bom dimana – mana, dari bom yang sebenar bom, bom buku hingga bom bunuh diri menteror tanah Republik Indonesia kita tercinta, korban harta hinga nyawa telah banyak jadi korban dari segelintir orang yang tak bertanggung jawab, masyarakat dibuat ketakutan yang amat sangat,  semua orang harus curiga bahkan pada anggota kelurga sendiri kita harus curiga, karena mungkin saja ada anggota keluarga kita yang terjerat dalam jaringan “cuci otak” orang yang telah mendapat ” cuci otak” biasanya sudah tidak mencintai lagi pada keluarganya, mereka lebih memilih komunitas mereka sendiri.

Awalnya negri ini (Indonesia) adalah negeri yang damai aman, tak ada teror menteror semua berjalan normal dan damai, tapi sekarang segalanya telah berubah ketakutan dan saling curiga menghantui kita semua anak bangsa, sungguh sebuah keadaan yang tak menyenangkan.

Sebenarnya apa yang ingin dicapai oleh mereka (penteror) ingin membentuk negara baru kah..? ingin merebut kekuasaan kah..? atau hanya iseng saja untuk menunjukkan existnya di dunia persilatan.

Saya sesungguhnya tidak begitu paham tentang jihad yang sesungguhnya, hanya tau dari guru – guru agama sejak dibangku SD hingga Perguruan tinggi, jihad adalah berjuang dijalan Allah SWT  dan menurut saya berjuang dijalan Allah SWT bukan dengan membuat orang lain celaka tanpa sebab yang pasti, jika perjuangan kita hanya mencelakai atau membuat orang menderita itu sama saja membuat kezaliman dimuka bumi ini, dan berjuang yang membuat celaka orang lain biasanya hanya dilakukan oleh kaum zionis yang menghalalkan segala cara untuk memenuhi hasrat dunianya, dan jika perjuangan kita hanya mencelakai orang sama saja kelakuan kita tak ubahnya seperti orang zionis tersebut.

Karenanya kenapa kita mesti menbuat teror, onar dan membunuh bukankah kita bisa berbuat yang lebih berguna dan bermanfaat dan yang pasti lebih “gentleman”

Para zionis itu sangat sulit kita perangi dengan cara fisik, pasti kita akan terbantai jika berperang fisik dengan mereka, andai kita umat Islam diseluruh dunia bisa bersatu dalam satu kilafah niscaya para zionis itu akan tersingkir secara alami dengan sendirinya.

Tapi hingga saat ini Kilafah itu belum terwujud dan hingga saat ini kita masih tertindas, kita umat Muslim berjuang dengan cara – caranya sendiri saja dan caranya pun bermacam – macam sesuai dengan penafsiran dan pemahaman sendiri – sendiri pula, akhir timbul bermacam aliran yang saya sendiripun tidak tahu mana yang benar dan yang salah, semua aliran merasa paling benar.

Sungguh sebuah dilema untuk orang – orang yang ilmu agamanya dangkal seperti saya ini, tepati saya berpedoman Allah tidak pernah membuat kerusakan di bumi ini dan ajaran Al-Quran sangatlah Agung, jadi tidak mungkin Allah dan Al-Quran yang diturunkan Allah membawa kesesatan dan kehancuran dimuka bumi ini. 

Saya adalah orang yang ilmu agamanya sangat minim jadi tolong dimaafkan jika tulisan ini banyak terdapat kesalahan, sungguh saya tak bermaksud menyudutkan seseorang atau suatu golongan, saya hanya berniat membuat tulisan yang berasal dari apa yang ada dalam pemikiran saya.

Kanen Sumantri

JIHAD……..!!!

Dalam sebuah hadits, Rasululullah saw menyatakan, “Jihad yang paling utama adalah mengungkapkan kebenaran di hadapan penguasa yang lalim.”
Pada kesempatan lain, Nabi mengungkapkan, “Orang yang diam dari kebenaran, sama dengan syetan yang bisu.”

Di dalam A-Qur’an, Allah swt berfirman: ”Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf, dan menyegah yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung,” (Ali Imraan: 104).

Lalu, dalam Surat Al-Muthaffifiin (1-6), Allah memberi peringatan: ”Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka meminta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. Tidakkah orang-orang itu yakin bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan pada suatu hari yang besar, (yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam?”

Ketika ditanya tentang perkara yang paling banyak memasukkan manusia ke neraka, Rasulullah menjawab: “Dua bagian dari tubuh manusia, yaitu lisan dan kemaluannya.” Lalu, perkara apakah yang paling banyak memasukkan manusia ke surga? “Takwa kepada Allah, dan akhlak yang mulia.”

Mengungkapkan kebenaran, samanya kata dan perbuatan, tidak berbuat curang, itulah akhlak yang mulia. Itulah kejujuran. Rasulullah menjelaskan: ”Sesungguhnya, jujur itu memberikan petunjuk kepada kebajikan, dan kebajikan memberikan petunjuk kepada surga.” Tentang perilaku yang sebaliknya, Nabi mengatakan: ”Sesungguhnya dusta itu memberikan petunjuk kepada hal-hal maksiat, dan hal-hal maksiat memberikan petunjuk kepada neraka.”

Dan, ”Sesungguhnya seorang lelaki tidaklah berbuat jujur sehingga dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Sesungguhnya seorang hamba tidak berbuat dusta sehingga dicatat di sisi Allah sebagai pendusta.”

Sifat jujur juga melekat dan tumbuh melalui sifat qana’ah, menerima dan menggunakan segala sesuatu secukupnya. Tidak berlebihan. Menghindari ketamakan. Kisah Khalifah Abubakar adalah teladan yang indah bagi kaum muslimin:

Syahdan, sehari setelah diangkat sebagai khalifah, Abubakar ditegur oleh Umar bin Khattab karena hendak berjualan kain ke pasar sebagaimana biasanya.

“Jika engkau sibuk berdagang, siapakah yang akan melaksanakan tugas kekhalifahan?” tanya Umar.

“Jika tidak boleh berdagang, lalu bagaimana aku harus membeayai keluargaku?” Abubakar balik bertanya.

Umar kemudian mengajak Abubakar untuk menemui Abu Ubaidah – yang oleh Nabi dijuluki sebagai “penjaga amanah” – untuk meminta ketetapan tentang gajinya. Abu Ubaidah pun menetapkan jumlah tunjangan untuk khalifah, yang diambil dari Baitul Mal, yang besarnya sama dengan tunjangan untuk seorang muhajirin lainnya. Tidak kurang dan tidak lebih.

Hinga suatu hari, istri Abubakar mengutarakan isi hatinya: “Aku ingin makan sedikit manisan,” ujarnya.

Abubakar berkata, ”Aku tidak punya uang untuk membelinya.”

”Jika engkau izinkan, akan kuhemat uang belanja sehari-hari agar dapat membeli manisan itu,” kata istrinya. Sang suami setuju.

Beberapa waktu kemudian, setelah tabungannya mencukupi, sang istri menyerahkan uangnya kepada Abubakar untuk dibelikan manisan di pasar. Begitu menerima uang itu, Abubakar lantas berkata, ”Tampaknya, dari pegalaman ini, uang tunjangan kita dari Baitul Mal telah melebihi keperluan kita.”

Abubakar lalu memutuskan untuk mengembalikan uang tabungan istrinya itu ke Baitul Mal. Dan sejak itu, tunjangan Abubakar dikurangi sebesar uang yang dapat dihemat oleh istrinya itu.

Alangkah indahnya, bila bangsa kita mau berjihad, untuk berlaku jujur — mengungkapkan kebenaran, menyamakan kata dengan perbuatan, tidak berbuat curang, dan qana’ah — sekarang juga. Insya Allah.

Awan Tag