Suara hati rakyat kecil

Posts tagged ‘idul kurban’

Pembantaian dan mutilasi dimana-mana

Hari ini 17 November 2010, terjadi pembantaian dan mutalasi dimana – mana, ribuan nyawa melayang disembelih dan dimutilasi, tapi ini pembantaian damn mutilasi yang di ridhoi Allah dan diijinkan oleh hukum negara selama yang disembelih memenuhi syarat kesehatan untuk dikomsumsi oleh manusia, karena hari ini adalah hari ” Idul Adha ” atau lebaran haji atau lebaran kurban, dimana masyarakat muslim diseluruh dunia merayakan Idul Adha ini, dan bagi masyarakat atau individu yang memiliki rezky berlebih diwajibkan untuk berkurban seekor hewan kurban untuk disembelih dan dagingnya dibagikan pada fakir miskin.

Hari kita sebagi  umat muslim diajarkan oleh Agama kita yang sangat mulia ini untuk berbagi kebahagian pada sesama, dan diajarkan pula bahwa berkurban harta adalah sesuatu yang mulia jika dilakukan di jalan Allah.

Sesungguh berkurban dimassa ini tidak seberat dimasa jaman Nabi Ibrahim yang diperintah oleh Allah untuk mengorbankan anak tercinta (Ismail)  untuk disembelih, dan Nabi Ibrahim menjalankan perintah Allah tersebut, betapa berat ujian yang diberikan  Allah pada Nabi Ibrahim, walau demikian Nabi Ibrahim tetap menjalankan perintah Allah itu, dan akhirnya karena ketaqwaan Nabi Ibrahim, Allah mengganti Ismail ( anak Nabi Ibrahim yang akan disembelih) dengan seekor hewan sembelihan yang besar.

Sesungguh Allah hanya menguji Nabi Ibrahim, dan tidaklah mungkin Allah Yang Maha Penyayang dan Pengasih memerintahkan seseorang untuk menyembelih anaknya sendiri, dan sesungguh Allah mengetahui batas dari kwalitas iman seseorang.

Dan seharusnya dimassa sekarang ini berkurban jangan hanya diimplementasikan hanya pada Idul Adha saja, andai saja semangat berkurban diimplementasikan setiap saat dalam kehidupan sehari – hari kita niscaya tidak  akan ada lagi umat muslim di negara kita tercinta ini yang hidup dibawah garis kemiskinan yang hanya makan nasi aking.

Sayang sekali setelah Idul Adha berlalu kebersamaan dan semangat berkurban dan berbagi ikut berlalu pula, kita sesama muslim sibuk dengan urusan masing – masing dan tidak ambil peduli dengan urusan saudara- saudara kita sesama muslim, kita sibuk mengejar dunia yang belum tentu membawa kebahagian untuk kita, bahkan untuk mengingatkan saudara kita yang tidak melakukan shalatpun kita enggan, kita hanya beribadah untuk kepentingan diri kita sendri, kita selalu berprinsip ” urusan lu resiko lu ” padahal sesungguh sesama muslim kita wajib saling membantu dan mengingatkan, bukankah sesama muslim itu bersaudara.

Kanen Sumantri

TIPS MEMILIH HEWAN KURBAN

<p>Your browser does not support iframes.</p>

(Foto: dok detikcom)

Jakarta – Hari Raya Idul Adha tinggal hitungan hari. Ratusan kambing dan sapi memasuki Jakarta dari berbagai daerah. Meski para penjual sudah mengantongi sertifikat dari Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan (P2K) Pemprov DKI, tak ada salahnya mengetahui ciri-ciri kambing sehat.

Konsumen tak hanya perlu menanyakan sertifikat sehat dari Dinas tapi konsumen juga perlu mengetahui ciri-ciri kambing yang trengginas dan bugar di luar standar kesehatan medis.

“Kalau sertifikat kesehatan dari dinas kami punya,” ujar penjual kambing Bejo (60) asal Wonosobo yang mangkal Jl Kemayoran Gempol, Kel Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat kepada detikcom, Selasa (24/11/2009).

Kakek yang telah puluhan tahun menjual kambing ini memberikan tips-tips memilih kambing yang masuk kriteria tersebut. Yaitu mata tidak belekan (keluar cairan) dan sinar matanya cemerlang.  Dari segi postur harus trengginas, lincah dan tidak tiduran terus atau meringkuk.

“Khusus sapi, bulu jangan terlalu njabrik (berdiri), itu sakit. Tapi kalau kambing tidak terlalu kelihatan,” beber kakek yang mempunyai 5 karyawan.

Untuk kambing-kambing miliknya, diambil dari Wonosobo, Magelang dan Temanggung. Di tempat asalnya, dia membeli senilai Rp 900 ribu – Rp1,2juta per ekor. Kemudian, dia menjual di Kemayoran menjadi Rp 1,5 juta – Rp 2juta per ekor.

Dalam  satu kali musim Lebaran Idul Adha, dia bisa menjual ratusan kambing.

“Selain untuk keuntungan juga biaya perawatan, transportasi, biaya hidup di Jakarta dan sebagainya,” pungkasnya.

 

 

Iklan

LEBARAN HAJI…….

Pedagang hewan kurban mudah ditemui disaat menjelang Idul Adha, atau masyarakat Betawi menyebutnya ” LEBARAN HAJI ” hampir disetiap sudut jakarta mudah sekali kita menemui pedagang hewan kurban, dari kambing hingga sapi import mudah sekali kita menjumpainya, tapi bagaimana dengan harganya..? mungkin untuk kalangan bawah akan tercengang jika mengetahui berapa Rp kambing dan sapi itu dijual, untuk kambing ukuran standart saja bisa mencapai Rp.1 juta lebih, apalagi dengan harga sapi yang bisa mencapai harga diatas RP.8 juta. tentu harga yang selangit itu hanya impian saja untuk kalangan bawah bisa berkurban. yang berkurban dari tahun ke tahun  kebanyakan hanya muka – muka lama, artinya yang berkurban setiap tahunnya orang tidak banyak berubah, dan penerima kurban orang – orangnya selalu cenderung bertambah, mungkin ini menandakan bahwa negara kita belum benar – benar terbebas dari kemiskinan.

Mungkinkah..? hewan – hewan kurban itu dibeli oleh para pekurban berasal dari uang yang halal, jika hewan kurban itu dibeli dari uang yang halal tentu akan membawa keberkahan pada si pekurban dan juga pada yang menerima daging kurban, tapi bagaimana jika hewan kurban itu dibeli dari uang yang tidak halal alias dari uang kurupsi, dapat pahala kah…? dan bagaimana dengan yang menerima daging kurbannya.

sungguh sangat memalukan kadang penerima daging kurban masih banyak yang berpura – pura miskin alias semestinya orang tersebut tidak dalam golongan orang penerima daging kurban, hanya untuk sebungkus daging kurban mereka memiskinkan diri, tapi urusan merekalah, karena urusannya dengan Allah.

Idul Adha adalah jalinan tali kasih dan rasa persaudaran serta saling berbagi antara dua status yang berbeda miskin dan kaya. Andai saja rasa tali kasih, kebersamaam dan saling berbagi tidak hanya di implementasikan pada saat Idul Adha saja, artinya talih kasih, kebersamaam dan saling berbagi diwujudkan dalam kehidupan sehari – hari,  pastinya tidak akan ada kemiskinan dan orang kelaparan dinegeri ini.

Tapi terlepas dari kaya dan miskin, halal dan haram, kita tak perlu berburuk sangka, karena serahkan saja semuanya pada Allah, biarlah  Allah yang akan menilai dan menentukan segala amal ibadah,  karena Allah maha mengetahui apa yang ada dalam hati orang – orang tsb.

kanen sumantri.

Awan Tag