Suara hati rakyat kecil

Posts tagged ‘cibubur tempo dulu’

Kranggan tempo doeloe

Cibubur merupakan sebuah daerah yang sangat sejuk pada awalnya, pada awal tahun 1980 cibubur dan sekitar  sebuah wilayah yang terhindar dari kebisingan dan hiruk pikuk kota jakarta, walaupun Cibubur tidak seberapa jauh dari jakarta, awal 1980 masih sangat banyak pohon – pohon besar dan sawah yang hijau masih mudah di temui di Cibubur.

Salah satu wilayah yang masih sangat asri pada saat itu adalah kranggan, kranggan saat itu merupakan suatu wilayah yang terbebas dari bisingnya kota jakarta, penduduknya sangat santun dan lugu, bila bertemu saat dalam perjalanan pasti saling sapa, rumah – rumah penduduk saat itu masih terbuat dari bilik bambu, ekonomi rakyat bersandar pada pertanian dan peternakan, sungguh saat itu kranggan yang sangat asri.

Memasuki era 1990 mulai ada perubahan penggusuran dimulai, pengembang mulai membongkar pohon – pohon besar yang awalnya merupakan tempat bertebuh dan berkembang biak hewan – hewan, sawah – sawah mulai digusur, rumah – rumah mewah mulai didirikan, 1990 awal dari kehancuran Kranggan yang asri.

Penduduk Kranggan mulai beralih mata pencahariannya yang awalnya pedagang dan petani, mulai beralih menjadi “calo tanah” banyak calo – calo tanah yang mulai mengibarkan sayapnya, banyak masyarakat Kranggan yang mendadak kaya, sawah dan kebun mereka dijual pada pengembang, ekonomi masyarakat jadi meningkat, masyarakat mulai memiliki kemewahan, sepeda motor, mobil, rumah permanent mereka beli dan bangun, masyarakat jadi malas bekerja karena dengan menjual tanah mereka sudah dapat mencukupi kenutuhan mereka bahkan hidup mewah.

Tapi hasil dari semua itu adalah berubah Kranggan yang waktu lalu sebuah desa yang asri, sekarang sudah menjelma menjadi sebuah wilayah yang sangat strategis, saat ini sudah sangat sulit dijumpai pohon – pohon besar nan teduh, saat tak ada lagi suara burung – burung menyambut terbitnya matahari, tak ada lagi suara burung hantu dimalam hari, tak ada lagi ikan baung, ikan senggal, ikan tawes, ikan gabus semua hilang entah kemana, tak ada lagi durian, dukuh, sayur mayur yang dihasilkan, semua telah lenyap tanpa bekas.

Sungguh saya sangat merindukan Kranggan yang asri seperti dulu lagi, dimana anak – anak berlari dipadang rumput, memancing disungai, budak angon menggiring kerbaunya banyak lagi nostalgia yang sangat saya rindukan.

Kanen Suamantri

Iklan

Awan Tag