Suara hati rakyat kecil

Cibubur ,01/07/2011

Rasanya semakin keadilan semakin sulit saja diadpat dinegeri ini, orang yang berpanghasilan pas pasan selalu saja jadi kambing hitam untuk orang yang berkantong tebal, pekerja atau buruh selalu saja tidak dihargai kontribusinya pada suatu perusahaan oleh management, selalu saja orang – oarng yang duduk dibelakang meja yang selalu mendapat penghargaan atas suatu pekerjaan yang meraka lakukan, buruh atau pekerja kasar atau karyawan kelas bawah tak pernah mendapat penghargaan yang setimpal, pekerja rendahan selalu saja dianggap sebagai pelengkap penderita, selalu saja memiki posisi tawar yang sangat rendah pada suatu perusahaan, sedangkan oarng yang dibelakang meja selalu saja mendapat posisi tawar yang sangat tinggi, walau sesungguhnya tanpa pekerja kasar, buruh, manamungkin suatu perusahaan besar dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan laba yang besar, pikir saja siapa yang menyediakan minuman makanan bagi para bos besar kalau bukan para kacungnya yang setia dan siapa yang mengantar para bos mondar mandir kalau bukan sopirnya yang juga setia pada majikannya, serta siapa yang memproduksi serta mendistribusikannya keselurauhpelosok kalau bukan para pekerja kasar dan rendahan.

Tapi mengapa selalu saja para pekerja berdasi saja yang selalu mendapat pujian dan penghargaan atas semua hasil yang telah dihasilkan oleh suatu perusahaan, para pekerja bawahan selalu saja hanya menjadi penonton disaat para pekerja berdasi naik podium untuk menerima sebuah penghargaan atas sebuah prestasi yang dimana prestasi tersebut dihasilkan dari andil atau jasa pekerja kasar.

Sungguh ini adalah sebuah penjajahan dari sebuah kapitalisme yang masih ada hingga saat ini, tak ada penghargaan bagi pekerja kasar, tak reward untuk pekerja kasar, yang ada hanyalah intimidasi dan ketidakadilan yang ada hanyalah selalu didengungkan dan diwujudkannya cara – cara praktek kerja kolonialisme dan kapitalisme.

Kapankah praktek kolonialisme dan kapitalisme akan berakhir dinegeri ini, tak mampukah negara ini mengubah aturan – aturan tersebut, atau tak ada niatan dari negara ini untuk memakmurkan para rakyat kecil yang selalu tertindas oleh saudaranya sendiri.

kanen

Iklan

Comments on: "Kapitalisme plus kolonialisme" (1)

  1. yang punya duit yang menang saat ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: