Suara hati rakyat kecil

LEBARAN HAJI…….

Pedagang hewan kurban mudah ditemui disaat menjelang Idul Adha, atau masyarakat Betawi menyebutnya ” LEBARAN HAJI ” hampir disetiap sudut jakarta mudah sekali kita menemui pedagang hewan kurban, dari kambing hingga sapi import mudah sekali kita menjumpainya, tapi bagaimana dengan harganya..? mungkin untuk kalangan bawah akan tercengang jika mengetahui berapa Rp kambing dan sapi itu dijual, untuk kambing ukuran standart saja bisa mencapai Rp.1 juta lebih, apalagi dengan harga sapi yang bisa mencapai harga diatas RP.8 juta. tentu harga yang selangit itu hanya impian saja untuk kalangan bawah bisa berkurban. yang berkurban dari tahun ke tahun  kebanyakan hanya muka – muka lama, artinya yang berkurban setiap tahunnya orang tidak banyak berubah, dan penerima kurban orang – orangnya selalu cenderung bertambah, mungkin ini menandakan bahwa negara kita belum benar – benar terbebas dari kemiskinan.

Mungkinkah..? hewan – hewan kurban itu dibeli oleh para pekurban berasal dari uang yang halal, jika hewan kurban itu dibeli dari uang yang halal tentu akan membawa keberkahan pada si pekurban dan juga pada yang menerima daging kurban, tapi bagaimana jika hewan kurban itu dibeli dari uang yang tidak halal alias dari uang kurupsi, dapat pahala kah…? dan bagaimana dengan yang menerima daging kurbannya.

sungguh sangat memalukan kadang penerima daging kurban masih banyak yang berpura – pura miskin alias semestinya orang tersebut tidak dalam golongan orang penerima daging kurban, hanya untuk sebungkus daging kurban mereka memiskinkan diri, tapi urusan merekalah, karena urusannya dengan Allah.

Idul Adha adalah jalinan tali kasih dan rasa persaudaran serta saling berbagi antara dua status yang berbeda miskin dan kaya. Andai saja rasa tali kasih, kebersamaam dan saling berbagi tidak hanya di implementasikan pada saat Idul Adha saja, artinya talih kasih, kebersamaam dan saling berbagi diwujudkan dalam kehidupan sehari – hari,  pastinya tidak akan ada kemiskinan dan orang kelaparan dinegeri ini.

Tapi terlepas dari kaya dan miskin, halal dan haram, kita tak perlu berburuk sangka, karena serahkan saja semuanya pada Allah, biarlah  Allah yang akan menilai dan menentukan segala amal ibadah,  karena Allah maha mengetahui apa yang ada dalam hati orang – orang tsb.

kanen sumantri.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: